forex trading logo

Program Layanan Belajar

We have 1 guest online
Bahasa IndonesiaEnglish (United Kingdom)
Tahun 2011 Nilai Ujian Nasional SMA akan jadi pasport ke PTN PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 13 July 2010 15:56
There are no translations available.

 

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) akan mengintregrasikan hasil ujian nasional (UN) sebagai paspor ke perguruan tinggi negeri (PTN). Namun demikian, PTN masih mempertanyakan kredibilitas nilai hasil UN itu sendiri.

Menteri Pendidikan Nasional,. Mohammad Nuh, menjelaskan hasil UN dapat digunakan untuk berbagai perspektif atau kegunaan. Kegunaan yang dimaksud, antara lain untuk menentuan kelulusan sekolah dan memetakan hasil UN untuk melakukan intervensi kepada daerah yang mendapat hasil buruk.

“Kita gunakan juga nilai UN sebagai passport ke PTN,” ujar M Nuh kepada wartawan di sela-sela rapat dengan dinas pendidikan provinsi dan rektor se-Indonesia.

 

 

 

Menurut M Nuh, nilai UN jika dikawinkan dengan Saringan Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri akan efektif. Berdasarkan kurikulum, soal tiga mata pelajaran yang diujikan di UN, Matematika, bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris memiliki pondasi yang sama dengan soal SNMPTN. Dia mengatakan perbedaan soal antara UN dan SNMPTN pada tingkat kesulitan soal dan tes potensi akademik..

“Daripada PTN menguji ulang mata pelajaran di UN, lebih baik mereka ambil mata pelajran yang belum diuji di UN,” tegas Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) itu.

Namun demikian, tidak semua PTN sependapat dengan rencana kebijakan Kemendiknas tersebut. Ada PTN yang belum yakin dengan kredibilitas penyelenggaraan dan hasil UN itu sendiri. Oleh karena itu, kata M Nuh, Kemendiknas mengundang seluruh kepala dinas pendidikan provinsi dan rektor untuk memantau dan merangkum pelaksanaan ujian nasional kemarin. 

“PTN itu pemerintah, bagian dari Kemendiknas. Kalau ada sesama Kemendiknas nggak nurut apa baik?” cetus M Nuh. Namun demikian, M Nuh menegaskan tidak akan ada paksaan kepada PTN untuk mengikuti kebijakan Kemendiknas. “Semua bisa dikaji,” katanya.

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Akhmaloka, berpendapat pelaksanaan atau proses UN perlu diperbaiki dahulu sebelum dikawinkan dengan SNMPTN. Menurut dia, nilai UN itu untuk menentukan kelulusan, sementara SNMPTN untuk menyeleksi mahasiswa berdasarkan tingkat akademiknya ke PTN.“Ada perbedaan jika kita menyeleksi orang dengan menyatakan kelulusaan,” ujar Akhmaloka kepada Republika, Ahad (11/7).

Akhmaloka memandang penyelenggaraan UN belum sepenuhnya dapat dijadikan passport ke PTN lantaran masih adanya kekurangan yang harus terus diperbaiki. Dia mengatakan, dalam penyelenggaraan UN kemarin, para rektor tidak sepenuhnya dilibatkan. “Kami hanya sebagai pemantau saja, tidak masuk dalam kepanitiaan,” paparnya.

Oleh karena itu, kata Akhmaloka, nilai UN belum dapat diintegrasikan sebagai passport ke PTN dalam waktu dekat. “Kalau 2011 belum bisa,” ujarnya.

Sementara itu, terkait rencana Kemendiknas menambah kuota 60 persen penerimaan mahasiswa baru melalui SNMPTN pada 2011, Akhmaloka mengatakan ITB tidak ada masalah. Dia mengatakan Kemendiknas memang sudah mempunyai draft rancangan perubahan pengganti Undang-Undang No 17 tahun 2010 perihal tata kelola pendidikan.

“Salah satu unsur dalam rancangan perubahan itu salah satunya terkait SNMPTN. PTN yang BHP akan ditertibkan,” jelas Akhmaloka.

Sekarang ini, lanjut Akhmaloka, kuota penerimaan mahasisawa baru di ITB untuk SNMPTN dan tes mandiri sama besarnya, yakni 50 persen. Artinya, jika pemerintah mau menambah menjadi 60 persen, tidak akan ada perubahan yang signifikan terhadap ITB.

“Perlu digarisbawahi, ITB tidak cari uang dari tes mandiri. Kami punya sumber pendanaan sendiri, seperti dana abadi, alumni, dan sumbangan masyarakat,” tutup Akhmaloka.

 

www.republika.co.id

Last Updated on Tuesday, 13 July 2010 17:22
 

Comments  

 
+1 #2 un 2011 2010-08-11 13:56
tindakan yang tidak bijaksana, keputusan yang ceroboh, saya tidak setuju.
www.kaskus.us/.../
link diatas tanggapan orang-orang
Quote
 
 
+1 #1 pelajar 2010-08-11 13:53
menurut saya hal ini merupakan tindakan yang bodoh. UN tidak terlaksana dengan baik dan terpercaya, setiap tahunnya selalu saja ada masalah. bagaimana mungkin yang seperti itu menjadi jalan masuk PTN?
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh

Kunjungan

Layanan Online 1

Layanan Online 2

Iklan Baris

Penyakit memerlukan pengobatan Alami sebagai cerminan Hidup Sehat. Hisyam Agency hadir menjadi penyedia kebutuhan herbal anda sekeluarga

Hisyam Herbal Agency




Butuh Catering Aneka Kue dan Masakan dengan Rasa Lezat Harga Merakyat? Prima Rasa Catering Siap melayani kebutuhan Anda

Prima Rasa Catering




Butuh jasa Pembuatan Web Untuk kebutuhan organissi, pribadi, jualan online, atau iklan? Percayakan pada kami Buanagraphica Multimedia

Buanagraphica Multimedia




Kami CV Analisa Multipola, berpengalaman dalam arsitektur gedung dan berbagai jenis bangunan rumah, siap melayani kebutuhan teknis disain bangunan Anda

CV Analisa Multipola




Butuh Berita Hangat? Hanya di Detik.com!

berita detik


Powered by Kubik-Rubik.de

Transfer Bank

Banner
Pembayaran biaya les privat dapat di transfer melalui rekening BNI a/n. Hidayat no 0142042959 BNI cabang Universitas Indonesia Depok

Polling

Menurut anda berapa lama waktu belajar privat paling efektif?
 



Powered by Joomla!. Designed by: racing sim steering wheels isp Valid XHTML and CSS.